Minggu kemarin gue ama istri nonton Nagabonar (jadi) 2 di Mall Metropolitan Bekasi. Karena sudah diputar di bioskop agak lama, gue pikir bisa sedikit santai nontonnya. Gak taunya, kita malah dapat tempat duduk paling depan(!). Karena gue pikir tanggung udah kesana, jadinya nonton juga.
(Spoiler warning! Kalo belum nonton mending jangan baca :)
Filmnya sendiri sih lumayan lah (gue rate 3.5 out of 5 deh) buat film hiburan, karena masih punya masalah klasik film Indonesia pada umumnya: lack of a good storytelling. Basic ideanya sih udah lumayan oke lah, cuma mengembangkannya menjadi sesuatu yang menarik (baca: tidak 'maksa') itu yang masih perlu dibenahi. Karena kurang pengembangan ini lah side stories-nya jadi kurang menggigit rasanya (love story antara Bonaga dan Monita atau Umar si supir bajaj). Mungkin adegan gantungan di patungnya kelamaan sehingga tidak ada waktu untuk menggali side stories tersebut...
Tapi yang bikin gue terheran-heran minggu kemarin adalah kalahnya superhero Internasional oleh hantu lokal :) Yap, di bioskop kemarin Spiderman 3 cuma 1 studio sedangkan Suster Ngesot sukses diputar di 2 studio. Mungkin orang memang sudah bosan melihat Spidey gelantungan sehingga lebih memilih ditakut-takuti oleh si Suster. Gue kurang tau gimana bioskop-bioskop lainnya, tapi kalau liat disini memang rata-rata Suster hanya 1 bioskop, walaupun yang lainnya tetap saja lebih banyak film lokal ketimbang impornya (di MetMall malah Spidey doang yang impor).
Kemungkinan lainnya memang good timing dari pihak distributor film lokal dimana me-release duluan sebelum banjir summer movies yang biasanya dimulai akhir Mei/awal Juni nanti. Kalau begini terus, ditambah dengan keluarnya film-film seperti Nagabonar 2, kebangkitan kembali perfilman Indonesia mungkin hanya menunggu waktu saja (mungkin lho!)...
As for me, I'll be saving my precious money for Pirates 3, Shrek 3, and Transformers. It's good to have summer season again :)
No comments:
Post a Comment